BIDAN ERNA
Jumat, 08 Desember 2017
Jumat, 08 September 2017
PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN
PROPOSAL
PENGABDIAN
MASYARAKAT DOSEN

“ROADSHOW SPA BABY dan partisipasi dosen dalam kegiatan bidan di
komunitas” DI DESA LAMONG KECAMATAN BADAS
DISUSUN OLEH:
Erna nurochim, sst., mph
Sarlita anajawa
Erlin tamu
PRODI D - III
KEBIDANAN
STIKes
BHAKTI MULIA PARE – KEDIRI TAHUN
2017
Jln. Matahari No. 1, Puhrejo, Toelongredjo. Pare – Kediri
Telp. (0354) 395 455, Fax. (0354) 394 183
Halaman Persetujuan
1.
|
Judul Kegiatan
|
:
|
“ROADSHOW SPA BABY dan partisipasi dosen dalam kegiatan bidan
di komunitas” di Desa Lamong, Kecamatan Pare
|
||
2.
|
Bidang Kegiatan
|
:
|
Pengabdian Kepada Masyarakat
|
||
3.
|
Bidang Ilmu
|
:
|
Kebidanan
|
||
4.
|
Ketua Pelaksana
a.
Nama Lengkap dan Gelar
b.
Jenis Kelamin
c.
NIDN
d.
Jabatan
e.
Prodi
|
:
:
:
:
:
|
Erna Nurochim, SST., MPH
P
0720088101
Sekertaris Prodi
D III Kebidanan
|
||
5.
|
Anggota Pelasksana
Sarlita Anajawa
Erlin Tamu
|
:
:
:
|
091415401006
091415401003
|
||
6.
|
Tempat Pelaksanaan
|
:
|
Polindes Desa Lamong,
Kecamatan Badas
|
||
7.
|
Waktu Pelaksanaan
|
:
|
13 – 30 September 2017
Pukul 08.00 WIB
|
||
|
|||||
Menyetujui
|
|||||
Ketua
Pelaksana
Erna Nurochim, SST., MPH
NIDN. 0720088101
|
|
Ketua
Program Studi Kebidanan
Yuli Admasari, SST., M.Tr. Keb
NUPN.
9937000063
|
|||
|
|
|
|
||
Kepala
Puskesmas Pare
|
|
Ketua
UPPM
Febrina Dwi N, SST., MPH
NIK.
1220713005
|
|||
|
|
|
|||
Ketua
STIKes
Bhakti Mulia
Ahmad Wasis Setyadi, S.Kep., Ns, M.Si., MPH
NIDN.
0706038101
|
|||||
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan
proposal dengan judul “ROADSHOW SPA BABY dan partisipasi dosen dalam kegiatan
bidan di komunitas” di Desa Lamong, Kecamatan Pare ”
Proposal ini disusun sebagai aplikasi Dosen dalam
melaksankan Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat. Untuk
itu, kami mengucapkan terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan,
demi terselesainya proposal pengabdian masyarakat ini. Kami
menyadari bahwa proposal ini
masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan didalamnya. Untuk
itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi mencapai hasil yang
lebih baik dimasa yang akan datang.
Wassalamu’alaikum
Wr. Wb
Kediri, September 2017
Erna Nurochim, SST., MPH
DAFTAR ISI
Halaman Judul
|
.....................................................................
|
|
i
|
Halaman Pengesahan
|
.....................................................................
|
|
ii
|
Kata Pengantar
|
.....................................................................
|
|
iii
|
Daftar Isi
|
.....................................................................
|
|
iv
|
Daftar Tabel
|
.....................................................................
|
|
v
|
Daftar Lampiran
|
.....................................................................
|
|
vi
|
Ringkasan Kegiatan PPM
|
.....................................................................
|
|
vii
|
|
|
|
|
BAB 1. PENDAHULUAN
|
|
|
|
1.
Dasar Pemikiran
|
.....................................................................
|
|
1
|
2.
Tujuan
Kegiatan PPM
|
.....................................................................
|
|
2
|
3.
Manfaat
Kegiatan PPM
|
.....................................................................
|
|
2
|
|
|
|
|
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
|
1.
Pengertian
|
....................................................................
|
|
3
|
2.
Tujuan
3.
Manfaat
4.
Syarat
|
....................................................................
....................................................................
....................................................................
|
|
3
3
6
|
|
|
|
|
BAB III.METODE KEGIATAN PPM
|
|
|
|
1.
Khalayak
Sasaran Kegiatan PPM
|
.....................................................................
|
|
10
|
2.
Metode
Kegiatan PPM
|
.....................................................................
|
|
10
|
3.
Langkah –
langkah Kegiatan PPM
|
.....................................................................
|
|
10
|
4.
Faktor
Pendukung dan penghambat
|
.....................................................................
|
|
10
|
|
|
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengabdian kepada masyarakat adalah suatu bentuk kegiatan
institusi yang diadakan oleh dosen (baik dengan atau tanpa mahasiswa), yang
ditujukan untuk masyarakat sebagai salah satu dharma atau tugas pokok perguruan
tinggi, di samping dharma pendidikan dan dharma penelitian, sebagaimana
yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan
Tinggi, dan sesuai dengan visi dan misi dari STIKES Bhakti Mulia Pare Kediri
yaitu menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan yang profesional dan berjiwa
enterpreneurship pada tahun 2010, sedangkan misinya adalah menyelenggarakan
pendidikan dan pengajaran Ahli Madya Kebidanan yang profesional, melaksanakan
penelitian di bidang kebidanan, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat
sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan bentuk aplikasi ilmu
pengetahuan di bidang kebidanan, mengembangkan jiwa enterprenership kebidanan. Dengan
dilaksanakan dharma pengabdian kepada masyarakat baik dalam bentuk pelatihan/penataran,
pendidikan kesehatan, penerapan hasil penelitian atau bentuk lainnya,
diharapkan selalu ada keterkaitan bahkan kebersamaan antara perguruan tinggi
dan masyarakat. Hal ini dapat diartikan sebagai pengalaman ipteks melalui
metode ilmiah langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, dalam upaya
mensukseskan pembangunan, mengembangkan manusia ke dalam sektor pembangunan dan
meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
B. TUJUAN
- Tujuan Umum
Setelah
menjalankan Pengabdian Masyarakat Dosen, maka
:
a.
Wawasan Dosen yang terlibat dalam pengabdian masyarakat
akan bertambah, khususnya yang berhubungan dengan asuhan kebidanan komunitas.
b.
Dosen dapat mengaplikasikan dan mengembangkan jiwa
enterprener yaitu pijat bayi atau Baby Spa
c.
Mahasiswa yang terlibat akan bertambah ketrampilan dan
wawasannya tentang kebidanan komunitas.
d.
Membantu bidan desa dalam memberikan layanan kebidanan
komunitas kepada.
C.
MANFAAT PENGABDIAN MASYARAKAT
a.
Kemajuan bagi pelayanan kebidanan
b.
Mengasah ketrampilan Dosen
c.
Memperkenalkan enterprenership bidang Kebidanan yaitu
Baby Spa
d.
Menjalin kerjasama antara institusi dengan Stage Holder
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Anak memiliki nilai yang sangat tinggi
untuk keluarga dan bangsa. Setiap orang tua mengharapkan anaknya dapat tumbuh
dan berkembang secara optimal sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang
berkualitas dan tangguh. Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal
merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor
genetik, lingkungan, perilaku, dan rangsangan atau stimulasi yang berguna.
(Dasuki, 2003).
Ikatan batin yang sehat (secure attachment) sangat
penting bagi anak terutama dalam usia 2 tahun pertama yang akan menentukan
perkembangan kepribadian anak selanjutnya. Selain faktor bawaan yang dianugerahkan
Tuhan sejak lahir, stimulus dari luar juga berperan bagi pertumbuhan fisik dan
perkembangan emosional anak. (Mayke, 1999)
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
900/MENKES/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan menyebutkan bahwa
bidan berwenang memantau tumbuh kembang bayi melalui deteksi dini dan stimulasi
tumbuh kembang. Salah satu bentuk stimulasi yang selama ini dilakukan oleh
masyarakat adalah dengan pijat bayi.
Pijat bayi adalah terapi sentuh tertua dan terpopuler
yang dikenal manusia. Pijat bayi telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia
termasuk di Indonesia dan diwariskan secara turun temurun. (Roesli, 2001).
Sentuhan dan pijat pada bayi setelah
kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat
mempertahankan perasaan aman pada bayi. Laporan tertua tentang seni pijat untuk
pengobatan tercatat di Papyrus Ebers, yaitu catatan kedokteran zaman Mesir
Kuno. Ayur-Veda buku kedokteran tertua di India (sekitar 1800 SM) yang
menuliskan tentang pijat, diet, dan olah raga sebagai cara penyembuhan utama
masa itu. Sekitar 5000 tahun yang lalu para dokter di Cina dari Dinasti Tang
juga meyakini bahwa pijat adalah salah satu dari 4 teknik pengobatan penting.
(Roesli, 2001).
Seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, para pakar telah membuktikan bahwa terapi sentuh dan
pijat menghasilkan perubahan fisiologis yang menguntungkan berupa peningkatan
pertumbuhan, peningkatan daya tahan tubuh, dan kecerdasan emosi yang lebih
baik. (Roesli, 2001).
Ilmu kesehatan modern telah
membuktikan secara ilmiah bahwa terapi sentuhan dan pijat pada bayi mempunyai
banyak manfaat terutama bila dilakukan sendiri oleh orang tua bayi. Penelitian
tentang pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi memperoleh hasil
bahwa pada kelompok kontrol kenaikan berat badan sebesar 6,16% sedangkan pada
kelompok yang dipijat 9,44%. (Dasuki, 2003). Dewasa ini penelitian di Australia
yang diungkapkan oleh Lana Kristiane F. Flores membuktikan bahwa bayi yang
dipijat oleh orang tuanya akan mempunyai kecenderungan peningkatan berat badan,
hubungan emosional dan sosial yang lebih baik. (Roesli, 2001). Namun Ilmu
Kedokteran tentang pijat bayi masih belum banyak diketahui oleh masyarakat.
(Sari, 2004)

Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di
masyarakat desa masih dipegang peranannya oleh dukun bayi. Selama ini pemijatan
tidak hanya dilakukan bila bayi sehat tetapi juga pada bayi sakit atau rewel
dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. (Sari, 2004).
PENGERTIAN
Roesli (2001) menyatakan bahwa pijat
bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal
manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktekkan sejak berabad-abad tahun
silam secara turun temurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi adalah anak yang
berumur 0-12 bulan.
Sentuhan dan pandangan mata antara
orang tua dan bayi mampu mengalirkan kekuatan jalinan kasih sayang diantara
keduanya yang merupakan dasar komunikasi untuk memupuk cinta kasih secara
timbal balik, mengurangi kecemasan, meningkatkan kemampuan fisik serta rasa
percaya diri. (Sutcliffe, 2002).
3. MANFAAT
Menurut Roesli (2001), manfaat pijat bayi adalah :
a). Meningkatkan berat badan bayi; b) Meningkatkan
pertumbuhan; c). Meningkatkan daya tahan tubuh; d) Meningkatkan produksi ASI;
e) Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan; f) Mengurangi kembung dan kolik
yang diakibatkan karena mengkonsumsi susu formula; dan g) Mengurangi depresi pada bayi
4. WAKTU DAN PERSIAPAN
Pijat bayi dapat dimulai segera
setelah lahir, kapan saja sesuai keinginan orang tua. (Roesli, 2001).
a. Persiapan Sebelum Memijat antara
lain :
1) Tangan bersih dan hangat
2) Hindari goresan pada kulit bayi
akibat kuku dan perhiasan
3) Ruang hangat dan tidak pengap
4) Bayi sudah selesai makan atau bayi
sedang tidak lapar
5) Menyediakan waktu khusus yang tidak
diganggu oleh hal lain minimum 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan
pemijatan
6) Duduklah dengan posisi nyaman dan
tenang
7) Baringkanlah bayi di atas permukaan
kain yang rata, lembut, dan bersih
8) Siapkan handuk, popok, baju ganti,
dan minyak atau baby
oil/lotion
9) Minta izin pada bayi sebelum
melakukan pemijatan dengan cara membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajak
bicara
Gunakan minyak ketika memijat untuk menghindari luka
akibat gesekan yang dapat terjadi karena kontak dengan kulit. Minyak yang cocok
adalah minyak zaitun, minyak telon, atau baby
oil. Jangan menggunakan minyak aromaterapi karena terlalu keras
untuk kulit bayi. (Williams, 2003).
b. Hal-hal yang dilakukan selama
pemijatan berlangsung :
1) Pandang mata bayi selama pemijatan
berlangsung
2) Bernyanyilah atau putarkan lagu-lagu
yang tenang atau lembut untuk menciptakan suasana tenang selama pemijatan.
3) Awali pemijatan dengan sentuhan
ringan, kemudian secara bertahap tambahkan tekanan pada sentuhan tersebut,
terutama bila anda sudah yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang
sedang dilakukan.
4) Tanggaplah pada isyarat yang
diberikan bayi. Bila bayi menangis cobalah untuk menenangkannya sebelum
melanjutkan pemijatan. Bila bayi menangis lebih keras, hentikanlah pemijatan,
karena mungkin bayi minta digendong, disusui, atau sudah mengantuk dan ingin
tidur.
5) Mandikan bayi segera setelah
pemijatan berakhir agar bayi merasa segar dan bersih setelah terlumuri minyak
atau baby oil/lotion.
6) Lakukan konsultasi pada dokter atau
perawat untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang pemijatan bayi.
7) Hindarkan mata bayi dari percikan
atau lelehan minyak atau baby
oli/lotion.
Jika suatu saat bayi tampak merasa tidak nyaman segera
hentikan pemijatan. Dalam memijat kita harus membangun toleransi dengan mulai
beberapa gerakan, sedikit demi sedikit dengan durasi waktu yang bertahap dari
2-3 menit hingga 5-10 menit. (Hogg, 2002)
c. Tindakan yang tidak dianjurkan
selama pemijatan:
1) Jangan memijat bayi langsung
setelah bayi selesai makan
2) Jangan membangunkan bayi khusus untuk
pemijatan
3) Jangan memijat pada saat bayi dalam
keadaan tidak sehat
4) Jangan memijat bayi pada saat bayi
tak mau dipijat
5) Jangan memaksakan posisi pijat
tertentu pada bayi
5. CARA
MEMIJAT UNTUK BERBAGAI KELOMPOK UMUR :
a. Bayi umur 0-1 bulan
Gerakan yang lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum
tali pusat bayi lepas sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah perut.
b. Bayi umur 1-3 bulan
Gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu yang
lebih singkat.
c. Bayi umur 3 bulan – anak umur 3
tahun
Seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang
makin meningkat. Total waktu pemijatan disarankan sekitar 15 menit.
Lumurkan sesering mungkin minyak atau
baby oil atau lotion yang lembut sebelum dan selama pemijatan. Setelah itu,
lakukan gerakan pembukaan berupa sentuhan ringan di sepanjang sisi muka bayi
atau usaplah rambutnya. Gerakan pembuka ini untuk memberitahukan bahwa waktu
pemijatan akan segera dilakukan padanya.
Pemijatan sebaiknya dimulai dari kaki
bayi, sebab umumnya bayi lebih menerima apabila dipijat pada daerah kaki.
Permulaan seperti ini akan memberi kesempatan pada bayi untuk membiasakan
dipijat sebelum bagian lain disentuh. Itu sebabnya urutan pemijatan bayi
dianjurkan dimulai dari bagian kaki, kemudian perut, dada, tangan, muka, dan
diakhiri pada bagian punggung.
6. URUTAN
PIJAT BAYI
a. Kaki
1) Perahan cara India
Pegang kaki bayi pada pangkal paha seperti memegang
pemukul softball, kemudian gerakkan tangan ke pergelangan kaki secara
bergantian seperti memerah susu. Atau dengan arah yang sama, gunakan kedua
tangan secara bersamaan, mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras,
memijat, dan memutar kedua kaki bayi secara lembut.
2) Perahan cara Swedia
Peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki, gerakkan
tangan secara bergantian dari pergelangan kaki ke pangkal paha. Atau gunakan
kedua tangan secara bersamaan ke arah yang sama dimulai dari pergelangan kaki,
dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar lembut kaki bayi.
3) Telapak kaki
Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara
bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju ke jari. Atau buatlah
lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan pada seluruh
telapak kaki dimulai dari tumit.
4) Jari
Pijatlah jari-jari kaki satu per satu dengan gerakan
memutar menjauhi telapak kaki dan diakhiri dengan tarikan lembut pada setiap
ujung jari.
5) Punggung kaki
Dengan kedua ibu jari, buatlah lingkaran di sekitar kedua
mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah seluruh punggung kaki dengan
kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari. Atau
buatlah gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari
secara bersamaan, dari daerah mata kaki ke jari kaki.
6) Gerakan menggulung
Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda, kemudian
gerakkan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki.
7) Gerakan akhir
Rapatkan kedua kaki bayi, lalu letakkan kedua tangan anda
secara bersamaan pada pangkal paha, kemudian usap dengan halus kedua kaki bayi
dari atas ke bawah.
b. Perut
Untuk pemijatan di bagian perut hindari pemijatan pada
tulang rusuk atau ujung tulang rusuk.
1) Mengayuh pedal sepeda
Lakukan gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal
sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri.
2) Menekan perut
Tekuk kedua lutut kaki bersamaan dengan lembut ke
permukaan perut bayi. Dapat juga secara bergantian, dimulai dengan lutut kanan
dan dilanjutkan dengan lutut kiri.
3) Bulan-matahari
Buat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan kanan mulai
dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum jam,
kemudian kembali ke daerah kanan bawah (seperti bentuk bulan), diikuti oleh
tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari).
4) Jam
Cara lain adalah dengan membayangkan ada gambar jam pada
perut bayi. Perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12, bagian bawah perut
dianggap jam 6, lalu buat gerakan berikut : Buat lingkaran searah jarum jam
dengan tangan kanan anda dibantu tangan kiri dimulai pada jam 8 (di daerah usus
buntu)
5) Gerakan I Love You
”I” : Pijatlah perut bayi mulai dari
bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan seolah
membentuk huruf ”I”.
”LOVE” : Bentuklah huruf ”L” terbalik,
dengan melakukan pemijatan dari kanan atas perut ke kiri atas kemudian dari
kiri atas ke kiri bawah.
”YOU” : Bentuklah huruf ”U” terbalik,
dimulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas kemudian ke kiri, ke
bawah, dan berakhir di perut kiri bawah.
6) Gelembung
Letakkan ujung-ujung jari pada perut bayi di bagian kanan
bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kanan ke
kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara. Dengan kedua telapak
tangan buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan
kertas pada buku tua.
c. Dada
1) Jantung besar
Buatlah gerakan yang membentuk gambar jantung dengan
meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu hati. Setelah itu buat
gerakan ke atas sampai di bawah leher, kemudian ke samping di atas tulang
selangka, lalu ke bawah ke ulu hati seolah membuat gambar jantung.
2) Kupu-kupu
Gerakan dilanjutkan dengan membuat gambar kupu-kupu.
Dimulai dengan tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati ke arah bahu
kanan, dan kembali ke ulu hati, kemudian dengan tangan kiri ke bahu kiri, dan
kembali ke ulu hati.
3) Jantung kecil
Buatlah gerakan seperti gambar jantung kecil di sekitar
puting susu.
4) Burung Kecil
Buatlah gerakan seolah membuat gambar jantung besar
hingga ke tepi selangka. Kemudian dengan jari-jari tangan yang diregangkan
buatlah gerakan seolah membuat gambar sayap burung kecil, dimulai dari samping
dada ke atas.
d. Tangan
1) Perahan cara India
Perahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan
arahnya menjauhi tubuh. Peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan mulai
dari pundak, seperti memegang pemukul softball. Gerakkan tangan kanan dan kiri
ke bawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah memerah susu sapi. Atau
dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memijat, dan memutar secara lembut
pada lengan bayi mulai dari pundak ke pergelangan tangan.
2) Perahan cara Swedia
Pijatan dimulai dari pergelangan tangan ke arah badan
untuk mengalirkan darah ke jantung dan ke paru-paru. Gerakkan tangan kanan dan
kiri secara bergantian, mulai dari pergelangan ke arah pundak. Atau dengan
kedua tangan lakukan gerakan memeras, memutar, dan memijat secara lembut pada
lengan bayi mulai dari pergelangan tangan ke pundak.
3) Telapak tangan
Dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah
membuat lingkaran-lingkaran kecil dari pergelangan tangan ke arah jari-jemari.
Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan.
4) Jari
Pijat jari bayi satu per satu menuju ujung jari dengan
gerakan memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan pada tiap ujung jari.
5) Gerakan menggulung
Peganglah lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua
telapak tangan. Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju
pergelangan tangan/jari-jari.
6) Gerakan akhir
Sama seperti gerakan akhir yang dilakukan pada pemijatan
kaki.
e. Muka
1) Membasuh muka
Tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda
dengan lembut sambil bicara pada bayi secara halus. Gerakkan kedua tangan anda
ke samping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan membasuh muka.
2) Dahi : menyetrika dahi
Letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan
dahi. Tekankan jari-jari anda dengan lembut mulai dari tengah dahi bayi ke arah
samping kanan dan kiri seolah menyetrika dahi. Setelah itu gerakkan ke bawah ke
daerah pelipis dan buatlah lingkaran-lingkaran kecil di pelipis kemudian
gerakkan ke arah dalam melalui daerah pipi di bawah mata.
3) Alis : menyetrika alis
Letakkan kedua ibu jari anda di antara kedua alis mata.
Lalu pijat bagian atas mata/alis mulai dari tengah ke samping seperti
menyetrika alis.
4) Hidung : senyum pertama
Letakkan kedua ibu jari anda di antara kedua alis.
Tekankanlah ibu jari anda dari pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung
ke arah pipi kemudian gerakkan ke samping dan ke atas seolah membuat bayi
tersenyum.
5) Rahang atas : senyum kedua
Letakkan kedua ibu jari anda pada pertengahan rahang atas
atau di atas mulut di bawah sekat hidung. Gerakkan kedua ibu jari anda dari
tengah ke samping dan ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.
6) Dagu/rahang bawah : senyum ketiga
Letakkan kedua ibu jari anda di tengah dagu. Tekankan dua
ibu jari pada dagu, lalu gerakkan dari tengah ke samping kemudian ke atas
seolah membuat bayi tersenyum.
7) Belakang telinga
Dengan tekanan lembut gerakkan jari-jari kedua tangan
anda dari belakang telinga kanan dan kiri ke tengah dagu. Atau dengan tekanan
lembut gerakkan kedua tangan anda dari belakang telinga membentuk
lingkaran-lingkaran kecil ke seluruh kepala.
f. Punggung
1) Gerakan maju mundur : kuda goyang
Tengkurapkan bayi melintang di depan anda dengan kepala
di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan anda. Pijatlah dengan gerakan maju
mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, dari bawah
leher sampai ke pantat bayi.
2) Gerakan menyetrika
Lakukan usapan dengan telapak tangan kanan anda,
menyerupai gerakan menyetrika dimulai dari pundak ke bawah sampai ke pantat.
A.
Peserta
Peserta pengabdian
masyarakat Dosen adalah Dosen D-III Kebidanan dan
mahasiswa D-III Kebidanan STIKES Bhakti Mulia Pare.
B.
Pembiayaan
1.
Sumber Dana
Dana dari Institusi STIKES Bhakti Mulia Pare - Kediri
2.
Alokasi Dana
Rincian
Anggaran Pembelanjaan (RAP) : Terlampir
V. TEMPAT
1. Polindes Desa lamong , Kecamatan Badas.
VI.
Waktu Pelaksanaan
Waktu
Pelaksanaan pengabdian :
a.
Pengabdian Masyarakat Dosen dilaksanakan
selama 1 bulan mulai tanggal 13 September 2017 – 22 Oktober 2017 di Polindes lamong Kecamatan
Badas.
BAB III
PENUTUP
Demikian Proposal
Pengabdian Masyarakat Dosen ini disusun
sebagai acuan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat. Hal – hal yang
belum diatur dalam proposal
ini akan diatur kemudian.
DAFTAR PUSTAKA
Dasuki, Mohammad Shoim, 2003. Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kenaikan
Berat Badan Bayi Umur 4 Bulan. Tesis Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Minat Gizi dan Kesehatan. UGM, Yogyakarta.
Hogg, Tracy, 2002. Secrets Of The Baby Whisperer-Cara
Efektif Menenangkan dan Berkomunikasi dengan Bayi Anda. PT Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta.
Keputusan Menteri Kesehatan No.
900/MENKES/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan.
Pudjiadi, Solihin, 2001. Bayiku Sayang. FKUI,
Jakarta.
Purnomo Sari, Ita, 2007. Efektivitas
Ceramah Dan Demonstrasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi
Di Dusun Banyusumurup Girirejo Imogiri Bantul Tahun 2007, KTI, Yogyakarta
Roesli, Utami, 2001. Pedoman Pijat Bayi. Trubus
Agriwidya, Jakarta.
Roesli, U,tami, 2001. Pedoman Pijat Bayi Prematur dan Bayi
Usia 0-3 Bulan. Trubus Agriwidya, Jakarta.
Sari, Anggrita, 2004. Pengaruh Penyuluhan Pijat Bayi
Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pijat Bayi di Dusun Dukuh Desa
Sidokarto Godean Sleman, Skripsi Program Pendidikan D-IV Kebidanan.
UGM, Yogyakarta.
Sutcliffe, J, 2002. Baby Bonding-Membentuk Ikatan Batin
Dengan Bayi –Berikan Permulaan Yang Aman Untuk Awal Kehidupan Bayi Anda.
Taramedia Restuf Agung, Jakarta.
Williams, Frances, 2003. Babycare-Pedoman Merawat Bayi.
Erlangga, Jakarta.sumber : http://midwivesari.blogspot.com/


Langganan:
Postingan (Atom)