Jumat, 08 September 2017

PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN




PROPOSAL
PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN







“ROADSHOW SPA BABY  dan partisipasi dosen dalam kegiatan bidan di komunitas” DI DESA LAMONG KECAMATAN BADAS

DISUSUN OLEH:
Erna nurochim, sst., mph
Sarlita anajawa
Erlin tamu



PRODI D - III KEBIDANAN
STIKes BHAKTI MULIA PARE – KEDIRI TAHUN 2017
Jln. Matahari No. 1, Puhrejo, Toelongredjo. Pare – Kediri
Telp. (0354) 395 455, Fax. (0354) 394 183


Halaman Persetujuan

1.
Judul Kegiatan
:
ROADSHOW SPA BABY  dan partisipasi dosen dalam kegiatan bidan di komunitas” di Desa Lamong, Kecamatan Pare

2.
Bidang Kegiatan
:
Pengabdian Kepada Masyarakat
3.
Bidang Ilmu
:
Kebidanan
4.
Ketua Pelaksana
a.     Nama Lengkap dan Gelar
b.     Jenis Kelamin
c.     NIDN
d.    Jabatan
e.     Prodi                                                       

:
:
:
:
:

Erna Nurochim, SST., MPH
P
0720088101
Sekertaris Prodi
D III Kebidanan
5.
Anggota Pelasksana
Sarlita Anajawa
Erlin Tamu

:
:
:


091415401006
091415401003
6.
Tempat Pelaksanaan
:
Polindes Desa Lamong, Kecamatan Badas
7.
Waktu Pelaksanaan
:
13 – 30 September 2017
Pukul 08.00 WIB


Menyetujui
Ketua Pelaksana



Erna Nurochim, SST., MPH
NIDN. 0720088101

Ketua Program Studi  Kebidanan



Yuli Admasari, SST., M.Tr. Keb
NUPN. 9937000063




Kepala Puskesmas Pare




Ketua UPPM



Febrina Dwi N, SST., MPH
NIK. 1220713005





Ketua
STIKes Bhakti Mulia


Ahmad Wasis Setyadi, S.Kep., Ns, M.Si., MPH
NIDN. 0706038101










KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan proposal dengan judul ROADSHOW SPA BABY dan partisipasi dosen dalam kegiatan bidan di komunitas” di Desa Lamong, Kecamatan Pare
Proposal ini disusun sebagai aplikasi Dosen dalam melaksankan Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan, demi terselesainya proposal pengabdian masyarakat ini. Kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan didalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi mencapai hasil yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb



                                        Kediri,  September 2017 

                                        Erna Nurochim, SST., MPH   


DAFTAR ISI

Halaman Judul
.....................................................................

i
Halaman Pengesahan
.....................................................................

ii
Kata Pengantar
.....................................................................

iii
Daftar Isi
.....................................................................

iv
Daftar Tabel
.....................................................................

v
Daftar Lampiran
.....................................................................

vi
Ringkasan Kegiatan PPM
.....................................................................

vii




BAB 1. PENDAHULUAN



1.      Dasar Pemikiran
.....................................................................

1
2.      Tujuan Kegiatan PPM
.....................................................................

2
3.      Manfaat Kegiatan PPM
.....................................................................

2




BAB II. TINJAUAN PUSTAKA



1.      Pengertian
....................................................................

3
2.      Tujuan
3.        Manfaat
4.        Syarat
....................................................................
....................................................................
....................................................................

3
3
6




BAB III.METODE KEGIATAN PPM



1.      Khalayak Sasaran Kegiatan PPM
.....................................................................

10
2.      Metode Kegiatan PPM
.....................................................................

10
3.      Langkah – langkah Kegiatan PPM
.....................................................................

10
4.      Faktor Pendukung dan penghambat
.....................................................................

10





BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
    Pengabdian kepada masyarakat adalah suatu bentuk kegiatan institusi yang diadakan oleh dosen (baik dengan atau tanpa mahasiswa), yang ditujukan untuk masyarakat sebagai salah satu dharma atau tugas pokok perguruan tinggi, di samping dharma pendidikan dan dharma penelitian, sebagaimana yang  tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan sesuai dengan visi dan misi dari STIKES Bhakti Mulia Pare Kediri yaitu menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan yang profesional dan berjiwa enterpreneurship pada tahun 2010, sedangkan misinya adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran Ahli Madya Kebidanan yang profesional, melaksanakan penelitian di bidang kebidanan, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan bentuk aplikasi ilmu pengetahuan di bidang kebidanan, mengembangkan jiwa enterprenership kebidanan. Dengan dilaksanakan dharma pengabdian kepada masyarakat baik dalam bentuk pelatihan/penataran, pendidikan kesehatan, penerapan hasil penelitian atau bentuk lainnya, diharapkan selalu ada keterkaitan bahkan kebersamaan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Hal ini dapat diartikan sebagai pengalaman ipteks melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, dalam upaya mensukseskan pembangunan, mengembangkan manusia ke dalam sektor pembangunan dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.
B. TUJUAN
  1. Tujuan Umum
    Setelah menjalankan Pengabdian Masyarakat Dosen,  maka :
a.   Wawasan Dosen yang terlibat dalam pengabdian masyarakat akan bertambah, khususnya yang berhubungan dengan asuhan kebidanan komunitas.
b.   Dosen dapat mengaplikasikan dan mengembangkan jiwa enterprener yaitu pijat bayi atau Baby Spa
c.   Mahasiswa yang terlibat akan bertambah ketrampilan dan wawasannya tentang kebidanan komunitas.
d.   Membantu bidan desa dalam memberikan layanan kebidanan komunitas kepada.
C.                        MANFAAT PENGABDIAN MASYARAKAT
a.    Kemajuan bagi pelayanan kebidanan
b.    Mengasah ketrampilan Dosen
c.    Memperkenalkan enterprenership bidang Kebidanan yaitu Baby Spa
d.    Menjalin kerjasama antara institusi dengan Stage Holder















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Anak memiliki nilai yang sangat tinggi untuk keluarga dan bangsa. Setiap orang tua mengharapkan anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan tangguh. Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan, perilaku, dan rangsangan atau stimulasi yang berguna. (Dasuki, 2003).
Ikatan batin yang sehat (secure attachment) sangat penting bagi anak terutama dalam usia 2 tahun pertama yang akan menentukan perkembangan kepribadian anak selanjutnya. Selain faktor bawaan yang dianugerahkan Tuhan sejak lahir, stimulus dari luar juga berperan bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan emosional anak. (Mayke, 1999)
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/MENKES/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan menyebutkan bahwa bidan berwenang memantau tumbuh kembang bayi melalui deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang. Salah satu bentuk stimulasi yang selama ini dilakukan oleh masyarakat adalah dengan pijat bayi.
Pijat bayi adalah terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Pijat bayi telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan diwariskan secara turun temurun. (Roesli, 2001).
Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi. Laporan tertua tentang seni pijat untuk pengobatan tercatat di Papyrus Ebers, yaitu catatan kedokteran zaman Mesir Kuno. Ayur-Veda buku kedokteran tertua di India (sekitar 1800 SM) yang menuliskan tentang pijat, diet, dan olah raga sebagai cara penyembuhan utama masa itu. Sekitar 5000 tahun yang lalu para dokter di Cina dari Dinasti Tang juga meyakini bahwa pijat adalah salah satu dari 4 teknik pengobatan penting. (Roesli, 2001).
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para pakar telah membuktikan bahwa terapi sentuh dan pijat menghasilkan perubahan fisiologis yang menguntungkan berupa peningkatan pertumbuhan, peningkatan daya tahan tubuh, dan kecerdasan emosi yang lebih baik. (Roesli, 2001).
Ilmu kesehatan modern telah membuktikan secara ilmiah bahwa terapi sentuhan dan pijat pada bayi mempunyai banyak manfaat terutama bila dilakukan sendiri oleh orang tua bayi. Penelitian tentang pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi memperoleh hasil bahwa pada kelompok kontrol kenaikan berat badan sebesar 6,16% sedangkan pada kelompok yang dipijat 9,44%. (Dasuki, 2003). Dewasa ini penelitian di Australia yang diungkapkan oleh Lana Kristiane F. Flores membuktikan bahwa bayi yang dipijat oleh orang tuanya akan mempunyai kecenderungan peningkatan berat badan, hubungan emosional dan sosial yang lebih baik. (Roesli, 2001). Namun Ilmu Kedokteran tentang pijat bayi masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. (Sari, 2004)
Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang peranannya oleh dukun bayi. Selama ini pemijatan tidak hanya dilakukan bila bayi sehat tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. (Sari, 2004).
PENGERTIAN
Roesli (2001) menyatakan bahwa pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktekkan sejak berabad-abad tahun silam secara turun temurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi adalah anak yang berumur 0-12 bulan.
Sentuhan dan pandangan mata antara orang tua dan bayi mampu mengalirkan kekuatan jalinan kasih sayang diantara keduanya yang merupakan dasar komunikasi untuk memupuk cinta kasih secara timbal balik, mengurangi kecemasan, meningkatkan kemampuan fisik serta rasa percaya diri. (Sutcliffe, 2002).
3. MANFAAT
Menurut Roesli (2001), manfaat pijat bayi adalah :
a). Meningkatkan berat badan bayi; b) Meningkatkan pertumbuhan; c). Meningkatkan daya tahan tubuh; d) Meningkatkan produksi ASI; e) Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan; f) Mengurangi kembung dan kolik yang diakibatkan karena mengkonsumsi susu formula; dan g) Mengurangi depresi pada bayi
4. WAKTU DAN PERSIAPAN
Pijat bayi dapat dimulai segera setelah lahir, kapan saja sesuai keinginan orang tua. (Roesli, 2001).
a. Persiapan Sebelum Memijat antara lain :
1) Tangan bersih dan hangat
2) Hindari goresan pada kulit bayi akibat kuku dan perhiasan
3) Ruang hangat dan tidak pengap
4) Bayi sudah selesai makan atau bayi sedang tidak lapar
5) Menyediakan waktu khusus yang tidak diganggu oleh hal lain minimum 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan pemijatan
6) Duduklah dengan posisi nyaman dan tenang
7) Baringkanlah bayi di atas permukaan kain yang rata, lembut, dan bersih
8) Siapkan handuk, popok, baju ganti, dan minyak atau baby oil/lotion
9) Minta izin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan cara membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajak bicara
Gunakan minyak ketika memijat untuk menghindari luka akibat gesekan yang dapat terjadi karena kontak dengan kulit. Minyak yang cocok adalah minyak zaitun, minyak telon, atau baby oil. Jangan menggunakan minyak aromaterapi karena terlalu keras untuk kulit bayi. (Williams, 2003).
b. Hal-hal yang dilakukan selama pemijatan berlangsung :
1) Pandang mata bayi selama pemijatan berlangsung
2) Bernyanyilah atau putarkan lagu-lagu yang tenang atau lembut untuk menciptakan suasana tenang selama pemijatan.
3) Awali pemijatan dengan sentuhan ringan, kemudian secara bertahap tambahkan tekanan pada sentuhan tersebut, terutama bila anda sudah yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang sedang dilakukan.
4) Tanggaplah pada isyarat yang diberikan bayi. Bila bayi menangis cobalah untuk menenangkannya sebelum melanjutkan pemijatan. Bila bayi menangis lebih keras, hentikanlah pemijatan, karena mungkin bayi minta digendong, disusui, atau sudah mengantuk dan ingin tidur.
5) Mandikan bayi segera setelah pemijatan berakhir agar bayi merasa segar dan bersih setelah terlumuri minyak atau baby oil/lotion.
6) Lakukan konsultasi pada dokter atau perawat untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang pemijatan bayi.
7) Hindarkan mata bayi dari percikan atau lelehan minyak atau baby oli/lotion.
Jika suatu saat bayi tampak merasa tidak nyaman segera hentikan pemijatan. Dalam memijat kita harus membangun toleransi dengan mulai beberapa gerakan, sedikit demi sedikit dengan durasi waktu yang bertahap dari 2-3 menit hingga 5-10 menit. (Hogg, 2002)
c. Tindakan yang tidak dianjurkan selama pemijatan:
1) Jangan memijat bayi langsung setelah bayi selesai makan
2) Jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan
3) Jangan memijat pada saat bayi dalam keadaan tidak sehat
4) Jangan memijat bayi pada saat bayi tak mau dipijat
5) Jangan memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi
5. CARA MEMIJAT UNTUK BERBAGAI KELOMPOK UMUR :
a. Bayi umur 0-1 bulan
Gerakan yang lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusat bayi lepas sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah perut.
b. Bayi umur 1-3 bulan
Gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu yang lebih singkat.
c. Bayi umur 3 bulan – anak umur 3 tahun
Seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang makin meningkat. Total waktu pemijatan disarankan sekitar 15 menit.
Lumurkan sesering mungkin minyak atau baby oil atau lotion yang lembut sebelum dan selama pemijatan. Setelah itu, lakukan gerakan pembukaan berupa sentuhan ringan di sepanjang sisi muka bayi atau usaplah rambutnya. Gerakan pembuka ini untuk memberitahukan bahwa waktu pemijatan akan segera dilakukan padanya.
Pemijatan sebaiknya dimulai dari kaki bayi, sebab umumnya bayi lebih menerima apabila dipijat pada daerah kaki. Permulaan seperti ini akan memberi kesempatan pada bayi untuk membiasakan dipijat sebelum bagian lain disentuh. Itu sebabnya urutan pemijatan bayi dianjurkan dimulai dari bagian kaki, kemudian perut, dada, tangan, muka, dan diakhiri pada bagian punggung.
6. URUTAN PIJAT BAYI
a. Kaki
1) Perahan cara India
Pegang kaki bayi pada pangkal paha seperti memegang pemukul softball, kemudian gerakkan tangan ke pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu. Atau dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan, mulai dari pangkal paha dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar kedua kaki bayi secara lembut.
2) Perahan cara Swedia
Peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki, gerakkan tangan secara bergantian dari pergelangan kaki ke pangkal paha. Atau gunakan kedua tangan secara bersamaan ke arah yang sama dimulai dari pergelangan kaki, dengan gerakan memeras, memijat, dan memutar lembut kaki bayi.
3) Telapak kaki
Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju ke jari. Atau buatlah lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan pada seluruh telapak kaki dimulai dari tumit.
4) Jari
Pijatlah jari-jari kaki satu per satu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki dan diakhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari.
5) Punggung kaki
Dengan kedua ibu jari, buatlah lingkaran di sekitar kedua mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari. Atau buatlah gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari secara bersamaan, dari daerah mata kaki ke jari kaki.
6) Gerakan menggulung
Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda, kemudian gerakkan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki.
7) Gerakan akhir
Rapatkan kedua kaki bayi, lalu letakkan kedua tangan anda secara bersamaan pada pangkal paha, kemudian usap dengan halus kedua kaki bayi dari atas ke bawah.
b. Perut
Untuk pemijatan di bagian perut hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk.
1) Mengayuh pedal sepeda
Lakukan gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri.
2) Menekan perut
Tekuk kedua lutut kaki bersamaan dengan lembut ke permukaan perut bayi. Dapat juga secara bergantian, dimulai dengan lutut kanan dan dilanjutkan dengan lutut kiri.
3) Bulan-matahari
Buat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan kanan mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum jam, kemudian kembali ke daerah kanan bawah (seperti bentuk bulan), diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari).
4) Jam
Cara lain adalah dengan membayangkan ada gambar jam pada perut bayi. Perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12, bagian bawah perut dianggap jam 6, lalu buat gerakan berikut : Buat lingkaran searah jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu tangan kiri dimulai pada jam 8 (di daerah usus buntu)
5) Gerakan I Love You
”I” : Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan seolah membentuk huruf ”I”.
”LOVE” : Bentuklah huruf ”L” terbalik, dengan melakukan pemijatan dari kanan atas perut ke kiri atas kemudian dari kiri atas ke kiri bawah.
”YOU” : Bentuklah huruf ”U” terbalik, dimulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas kemudian ke kiri, ke bawah, dan berakhir di perut kiri bawah.
6) Gelembung
Letakkan ujung-ujung jari pada perut bayi di bagian kanan bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kanan ke kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara. Dengan kedua telapak tangan buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan kertas pada buku tua.
c. Dada
1) Jantung besar
Buatlah gerakan yang membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu hati. Setelah itu buat gerakan ke atas sampai di bawah leher, kemudian ke samping di atas tulang selangka, lalu ke bawah ke ulu hati seolah membuat gambar jantung.
2) Kupu-kupu
Gerakan dilanjutkan dengan membuat gambar kupu-kupu. Dimulai dengan tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati ke arah bahu kanan, dan kembali ke ulu hati, kemudian dengan tangan kiri ke bahu kiri, dan kembali ke ulu hati.
3) Jantung kecil
Buatlah gerakan seperti gambar jantung kecil di sekitar puting susu.
4) Burung Kecil
Buatlah gerakan seolah membuat gambar jantung besar hingga ke tepi selangka. Kemudian dengan jari-jari tangan yang diregangkan buatlah gerakan seolah membuat gambar sayap burung kecil, dimulai dari samping dada ke atas.
d. Tangan
1) Perahan cara India
Perahan cara India bermanfaat untuk relaksasi otot dan arahnya menjauhi tubuh. Peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan mulai dari pundak, seperti memegang pemukul softball. Gerakkan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergantian dan berulang-ulang seolah memerah susu sapi. Atau dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memijat, dan memutar secara lembut pada lengan bayi mulai dari pundak ke pergelangan tangan.
2) Perahan cara Swedia
Pijatan dimulai dari pergelangan tangan ke arah badan untuk mengalirkan darah ke jantung dan ke paru-paru. Gerakkan tangan kanan dan kiri secara bergantian, mulai dari pergelangan ke arah pundak. Atau dengan kedua tangan lakukan gerakan memeras, memutar, dan memijat secara lembut pada lengan bayi mulai dari pergelangan tangan ke pundak.
3) Telapak tangan
Dengan kedua ibu jari, pijatlah telapak tangan seolah membuat lingkaran-lingkaran kecil dari pergelangan tangan ke arah jari-jemari. Sedangkan keempat jari lainnya memijat punggung tangan.
4) Jari
Pijat jari bayi satu per satu menuju ujung jari dengan gerakan memutar. Akhiri gerakan ini dengan tarikan pada tiap ujung jari.
5) Gerakan menggulung
Peganglah lengan bayi bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan. Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari.
6) Gerakan akhir
Sama seperti gerakan akhir yang dilakukan pada pemijatan kaki.
e. Muka
1) Membasuh muka
Tutuplah wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda dengan lembut sambil bicara pada bayi secara halus. Gerakkan kedua tangan anda ke samping pada kedua sisi wajah bayi seperti gerakan membasuh muka.
2) Dahi : menyetrika dahi
Letakkan jari-jari kedua tangan anda pada pertengahan dahi. Tekankan jari-jari anda dengan lembut mulai dari tengah dahi bayi ke arah samping kanan dan kiri seolah menyetrika dahi. Setelah itu gerakkan ke bawah ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran-lingkaran kecil di pelipis kemudian gerakkan ke arah dalam melalui daerah pipi di bawah mata.
3) Alis : menyetrika alis
Letakkan kedua ibu jari anda di antara kedua alis mata. Lalu pijat bagian atas mata/alis mulai dari tengah ke samping seperti menyetrika alis.
4) Hidung : senyum pertama
Letakkan kedua ibu jari anda di antara kedua alis. Tekankanlah ibu jari anda dari pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung ke arah pipi kemudian gerakkan ke samping dan ke atas seolah membuat bayi tersenyum.
5) Rahang atas : senyum kedua
Letakkan kedua ibu jari anda pada pertengahan rahang atas atau di atas mulut di bawah sekat hidung. Gerakkan kedua ibu jari anda dari tengah ke samping dan ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.
6) Dagu/rahang bawah : senyum ketiga
Letakkan kedua ibu jari anda di tengah dagu. Tekankan dua ibu jari pada dagu, lalu gerakkan dari tengah ke samping kemudian ke atas seolah membuat bayi tersenyum.
7) Belakang telinga
Dengan tekanan lembut gerakkan jari-jari kedua tangan anda dari belakang telinga kanan dan kiri ke tengah dagu. Atau dengan tekanan lembut gerakkan kedua tangan anda dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil ke seluruh kepala.
f. Punggung
1) Gerakan maju mundur : kuda goyang
Tengkurapkan bayi melintang di depan anda dengan kepala di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan anda. Pijatlah dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, dari bawah leher sampai ke pantat bayi.
2) Gerakan menyetrika
Lakukan usapan dengan telapak tangan kanan anda, menyerupai gerakan menyetrika dimulai dari pundak ke bawah sampai ke pantat.


A.    Peserta
Peserta pengabdian masyarakat Dosen adalah Dosen D-III Kebidanan dan mahasiswa D-III Kebidanan STIKES Bhakti Mulia Pare.
B.    Pembiayaan
1.   Sumber Dana
Dana dari Institusi STIKES Bhakti Mulia Pare - Kediri
2.  Alokasi Dana
Rincian Anggaran Pembelanjaan (RAP) : Terlampir
V.  TEMPAT         
1. Polindes Desa lamong , Kecamatan Badas.             
VI. Waktu Pelaksanaan
Waktu Pelaksanaan pengabdian : 
a.     Pengabdian Masyarakat Dosen dilaksanakan selama 1 bulan mulai tanggal 13 September 2017  – 22 Oktober 2017 di Polindes lamong Kecamatan Badas.



BAB III
PENUTUP

      Demikian Proposal Pengabdian Masyarakat Dosen ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat. Hal – hal yang belum diatur dalam proposal ini akan diatur kemudian.





















DAFTAR PUSTAKA
Dasuki, Mohammad Shoim, 2003. Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Umur 4 Bulan. Tesis Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Gizi dan Kesehatan. UGM, Yogyakarta.
Hogg, Tracy, 2002. Secrets Of The Baby Whisperer-Cara Efektif Menenangkan dan Berkomunikasi dengan Bayi Anda. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Keputusan Menteri Kesehatan No. 900/MENKES/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan.
Pudjiadi, Solihin, 2001. Bayiku Sayang. FKUI, Jakarta.
Purnomo Sari, Ita, 2007. Efektivitas Ceramah Dan Demonstrasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Di Dusun Banyusumurup Girirejo Imogiri Bantul Tahun 2007, KTI, Yogyakarta
Roesli, Utami, 2001. Pedoman Pijat Bayi. Trubus Agriwidya, Jakarta.
Roesli, U,tami, 2001. Pedoman Pijat Bayi Prematur dan Bayi Usia 0-3 Bulan. Trubus Agriwidya, Jakarta.
Sari, Anggrita, 2004. Pengaruh Penyuluhan Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Pijat Bayi di Dusun Dukuh Desa Sidokarto Godean Sleman, Skripsi Program Pendidikan D-IV Kebidanan. UGM, Yogyakarta.
Sutcliffe, J, 2002. Baby Bonding-Membentuk Ikatan Batin Dengan Bayi –Berikan Permulaan Yang Aman Untuk Awal Kehidupan Bayi Anda. Taramedia Restuf Agung, Jakarta.
Williams, Frances, 2003. Babycare-Pedoman Merawat Bayi. Erlangga, Jakarta.
sumber : http://midwivesari.blogspot.com/